Script di bawah dapat menjadi referensi dalam membuat :
1. Persegi
2. Segitiga (Tinggi di kiri dan alas di bawah)
3. Segitiga (Tinggi di kiri dan alas di atas)
4. Segitiga (Sama Sisi dan alas di kiri)
5. Segitiga (tinggi di kanan dan alas di bawah)
6. Segitiga (tinggi di kanan dan alas di atas)
7. Bentuk Lupis
Berikut Script Koding Java nya :
package com.tutorial;
import java.util.*;
public class Main {
public static void main(String[] args) {
Scanner input;
input = new Scanner(System.in);
int nilai, a, b, c, d, e;
a = 1;
b = 1;
System.out.println("\n- - - Belajar looping bersarang - - -");
System.out.println("- - - Membuat Kotak - - -");
System.out.println("Input Jumlah Bintang : ");
nilai = input.nextInt();
while (a <= nilai) {
System.out.printf("loop ke - " + a + " ");
while (b <= nilai) {
System.out.printf("* ");
b++;
}
b = 1;
a++;
System.out.println("");
}
a = 1;
b = 1;
System.out.println("\n- - - Membuat segitiga - - -\n(Tinggi di kiri dan alas di bawah)");
System.out.println("Input Jumlah tinggi : ");
nilai = input.nextInt();
while (a <= nilai) {
System.out.printf("loop ke - " + a + " ");
while (b <= nilai) {
System.out.printf("* ");
if (a == b) {
break;
}
b++;
}
b = 1;
a++;
System.out.println("");
}
a = 1;
b = 1;
System.out.println("\n- - - Membuat segitiga - - -\n(Tinggi di kiri dan alas di atas)");
System.out.println("Input Jumlah Bintang : ");
nilai = input.nextInt();
while (a <= nilai) {
System.out.printf("loop ke - " + a + " ");
while (b <= nilai) {
System.out.printf("* ");
if ((a + b) == (nilai + 1)) {
break;
}
b++;
}
b = 1;
a++;
System.out.println("");
}
a = 1;
b = 1;
System.out.println("\n- - - Membuat segitiga - - - \n(Sama Sisi dan alas di kiri)");
System.out.println("Input tinggi Bintang : ");
nilai = input.nextInt();
while (a <= (nilai - 1) * 2 + 1) {
System.out.printf("loop ke - " + a + " ");
while (b <= (nilai - 1) * 2 + 1) {
System.out.printf("* ");
if (a == b) {
break;
} else if ((a + b) == (nilai - 1) * 2 + 2) {
break;
}
b++;
}
b = 1;
a++;
System.out.println("");
}
a = 1;
b = 1;
c = 1;
System.out.println("\n- - -Tugas Membuat segitiga - - - \n(tinggi di kanan dan alas di bawah)");
System.out.println("Input Jumlah Bintang : ");
nilai = input.nextInt();
while (a <= nilai) {
System.out.printf("loop ke - " + a + " ");
while (c <= nilai - a) {
System.out.printf(" ");
c++;
}
while (b <= nilai) {
System.out.printf("* ");
if (a == b) {
break;
}
b++;
}
b = 1;
c = 1;
a++;
System.out.println("");
}
a = 1;
b = 1;
c = 1;
System.out.println("\n- - - Tugas Membuat segitiga - - - \n(tinggi di kanan dan alas di atas)");
System.out.println("Input Jumlah Bintang : ");
nilai = input.nextInt();
while (a <= nilai) {
System.out.printf("loop ke - " + a + " ");
//
while (b <= nilai) {
if (b == a) {
break;
}
System.out.printf(" ");
b++;
}
//
while (c <= nilai) {
System.out.printf("* ");
if (a + c == nilai + 1) {
break;
}
c++;
}
//
a++;
b = 1;
c = 1;
System.out.println("");
}
a = 1;
b = 1;
c = 1;
d = 1;
System.out.println("\n- - - Tugas Membuat lupis - - -");
System.out.println("Input panjang setengah diagonal : ");
nilai = input.nextInt();
while (a <= (nilai*2)-1) {
System.out.printf("loop ke - " + a + " ");
////kuning
if(a <= nilai){
while (c <= nilai - a) {
System.out.printf(" ");
c++;
}
while (b <= nilai) {
System.out.printf("* ");
if (a == b) {
break;
}
b++;
}
////biru
while (d <= nilai) {
if (d == a) {
break;
}
System.out.printf("* ");
if (a == d - 1) {
break;
}
d++;
}
}
if(a > nilai){
////hijau
while ( c <= nilai){
if (c == a - nilai + 1){
break;
}
System.out.printf(" ");
c++;
}
while ( b <= nilai){
System.out.printf("* ");
if (a + b == nilai + 5){
break;
}
b++;
}
///merah
while (d <= nilai){
if(a == 9){
break;
}
System.out.printf("* ");
if (a + d == 9){
break;
}
d++;
}
}
a++;
b = 1;
c = 1;
d = 1;
System.out.println("");
}
}
}
“Our greatest glory is not in never falling… but in rising every time we fall.” “Keren!” “Siapa tuh, Ple?” “Confuncius.” ~~~~ Blog punya Lintang Gilang Pratama
Selasa, 05 Mei 2020
Selasa, 22 Juli 2014
Ketika semua pintu solusi terlihat buntu
MENEMUKAN SOLUSI
- Ketika permasalahan hidup membelit dan kebingungan serta kegalauan mendera rasa hati.
- Ketika gelisah jiwa menghempas-hempas.
- Ketika semua pintu solusi terlihat buntu.
Ketika kepala serasa hendak meledak, tak mengerti apalagi yang mesti dilakukan. Tak tahu lagi jalan mana yang harus ditempuh. Hingga dunia terasa begitu sempit dan menyesakkan.
Ketika kepedihan merujit-rujit hati. Ketika kabut kesedihan meruyak, menelusup
ke dalam sanubari. Atas musibah-musibah yang beruntun mendera diri.
Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan? Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan?
Ketika kesalahan tak sengaja dilakukan. Ketika beban dosa terasa menghimpit badan. Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah. Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam air mata kesedihan.
Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini?
Allah berfirman, "Barangsiapa yang bertakwa kepada-Nya, niscaya Dia akan meng-ada-kan jalan keluar (solusi) baginya ."
Rasulullah bersabda, "Ikutilah kesalahan dengan amal baik, niscaya ia akan menghapus dosa-dosamu."
Ibnul Jauzi pernah berkata, "Aku pernah dihimpit permasalahan yang membuatku gelisah dan galau berlarut-larut. Kupikirkan dan kucari solusi dengan segala cara dan usaha. Tapi aku tidak menemukan satu jalan pun untuk keluar darinya, hingga kutemukan ayat itu. Maka kusadari, bahwa jalan satu-satunya keluar dari segala kegalauan adalah ketakwaan. Dan ketika jalan ketakwaan itu kutempuh, tiba-tiba Allah sudah lebih dulu menurunkan penyelesaian. Maha suci Allah."
Sungguh kita semua pasti pernah merasakan kebuntuan hati. Seolah semua jalan keluar sudah tertutup rapat. Maka saat itulah kita baru menyadari betapa lemahnya kita dan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.
Menyadari kelemahan bukan berarti pasrah sebelum ikhtiar. Bukan pula pembenaran atas segala kesalahan dan kecerobohan. Namun sebagai bentuk bersandarnya hati pada Dzat yang Maha Besar yaitu Allah SWT, manakala semua langkah ikhtiar untuk keluar dari permasalahan sudah dicoba.
Sahabatku... Tapakilah jalan takwa, niscaya akan datang pertolongan Allah. Dan insyaAllah segala kegelisahan pun akan segera sirna... Aamiin
Apalagi yang dapat dilakukan untuk meringankan beban perasaan? Apalagi yang dapat dikerjakan untuk melepas kekecewaan?
Ketika kesalahan tak sengaja dilakukan. Ketika beban dosa terasa menghimpit badan. Ketika rasa bersalah mengalir ke seluruh pembuluh darah. Ketika penyesalan menenggelamkan diri dalam air mata kesedihan.
Apa yang dapat dilakukan untuk meringankan beban jiwa ini?
Allah berfirman, "Barangsiapa yang bertakwa kepada-Nya, niscaya Dia akan meng-ada-kan jalan keluar (solusi) baginya ."
Rasulullah bersabda, "Ikutilah kesalahan dengan amal baik, niscaya ia akan menghapus dosa-dosamu."
Ibnul Jauzi pernah berkata, "Aku pernah dihimpit permasalahan yang membuatku gelisah dan galau berlarut-larut. Kupikirkan dan kucari solusi dengan segala cara dan usaha. Tapi aku tidak menemukan satu jalan pun untuk keluar darinya, hingga kutemukan ayat itu. Maka kusadari, bahwa jalan satu-satunya keluar dari segala kegalauan adalah ketakwaan. Dan ketika jalan ketakwaan itu kutempuh, tiba-tiba Allah sudah lebih dulu menurunkan penyelesaian. Maha suci Allah."
Sungguh kita semua pasti pernah merasakan kebuntuan hati. Seolah semua jalan keluar sudah tertutup rapat. Maka saat itulah kita baru menyadari betapa lemahnya kita dan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT.
Menyadari kelemahan bukan berarti pasrah sebelum ikhtiar. Bukan pula pembenaran atas segala kesalahan dan kecerobohan. Namun sebagai bentuk bersandarnya hati pada Dzat yang Maha Besar yaitu Allah SWT, manakala semua langkah ikhtiar untuk keluar dari permasalahan sudah dicoba.
Sahabatku... Tapakilah jalan takwa, niscaya akan datang pertolongan Allah. Dan insyaAllah segala kegelisahan pun akan segera sirna... Aamiin
Senin, 23 Desember 2013
Sosok Introvert Dan Dunia Di Dalam Pikirannya
- Ada sosok penyendiri di antara orang-orang yang sedang bergumul.
- Ada sosok pendiam di antara sekelompok orang yang sedang berinteraksi.
- Ada sosok yang terlihat serius di tengah keadaan yang tenang.
- Ada juga sosok yang terlihat acuh di tengah suasana yang tegang.
- Sosok ini berbeda,tak seperti kebanyakan orang.
- Namun ia bukanlah pemalu ataupun seorang yang berpenyakit , tetapi ia justru sedang memerhatikan.
- Ia senang menganalisa keadaan.
- Ia seorang Introvert.
Introvert adalah sebuah sifat dan karakter yang cenderung menyendiri. Mereka adalah pribadi yang tertutup dan mengesampingkan kehidupan sosial yang terlalu acak. Antonim dari sifat Introvert adalah Ekstrovert. Sifat Ekstrovert lebih membutuhkan sosial, cahaya, kebisingan, ruang lingkup yang luas dan sebagainya. Sedangkan Introvert lebih membutuhkan sebuah teh hangat dan berkumpul bersama beberapa teman dekat saja daripada pergi ke tempat yang penuh dengan orang asing. Introvert membenci basa-basi, oleh sebab itu mereka senang dengan perbincangan yang padat dan bersifat informatif.
Dari pernyataan di atas kita dapat mengambil kesimpulan kecil, bahwa Introvert adalah pribadi yang “dalam”. Istilah Introvert ini dipopulerkan oleh seorang tokoh Ilmu Psikologi yang bernama Carl Jung. Ia mengelompokan Introvert sebagai kaum minoritas. Walau kaum minor tetapi peranan mereka dalam kehidupan sosial sangat menonjol. Mungkin karena gestur dan sikap mereka yang sangat kontras berbeda dengan kelompok dominan yaitu Ekstrovert. Namun, seorang Introvert tak sepenuhnya senang menyendiri, hanya saja mereka lebih memilih untuk memiliki segelintir teman dekat namun padat seperti buku. Maksudnya adalah, teman yang memiliki cerminan pengetahuan dan pengalaman yang ada di hidup ini.
Seorang Introvert pun tidak pernah menceritakan tentang hal yang bersifat pribadi kepada sembarang orang. Oleh karena itu, jika ada seorang Introvert yang dengan sukarela mengeluhkan masalahnya kepadamu, maka kau adalah orang yang sangat beruntung. Karena mereka telah mengategorikan dirimu sebagai seorang teman yang hebat.
Jadi, apa kelebihan yang dimiliki oleh seorang Introvert?
Seorang Introvert lebih fokus kepada hal yang bersifat psikis daripada fisik. Mereka senang menjelajahi ruang pikirnya, mereka membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak, karena mereka haus dengan segala hal yang berbau informasi. Majalah American Journal of Psychiatry menyatakan bahwa, ada lebih banyak darah yang mengalir di daerah Anterior pada otak bagian depan seorang Introvert. Bagian ini berfungsi sebagai pengolah inti, seperti merencakan sesuatu dan pemecahan masalah. Itulah sebabnya mengapa mereka memiliki kekuatan konsentrasi yang baik, mereka cepat menangkap dan berintelegensi tinggi. Introvert adalah pemikir yang dalam. Mereka mampu melihat suatu hal dari segi manapun, berbeda dengan seorang Ekstrovert yang cenderung berpikir secara momentum saja. Selain itu mereka pandai dalam memilah sesuatu, baik itu hal kecil maupun besar, hal yang berguna maupun tidak.
Jika memang pemikiran Introvert sebaik itu, bagaimana dalam hal berbicara? Apakah mereka dapat menyampaikan pesan secara detil seperti yang ada di pikirannya?
Dalam sebuah survey di kolom web LiveScience.com, reporter Rachael Rettner menulis bahwa, apabila ada dua orang Ekstrovert dan Introvert yang dihadapkan dengan sebuah pertanyaan, maka Ekstrovert akan menjawab secara Hiperbola, sedangkan Introvert menjawab dengan Akurat. Apabila mereka melihat seekor ulat di atas makanannya, maka seorang Ekstrovert akan bereaksi melebih-lebihkan daripada seorang Introvert. Apabila dua orang Ekstrovert dan Introvert dihidangkan sebuah makan siang dalam waktu yang bersamaan, maka seorang Ekstrovert akan berkata, “Makanan ini enak sekali! Belum pernah saya merasakan yang seenak ini” lalu seorang Introvert akan menjawab, “Iya, enak.” Dari segi pemahaman dan informasi pendapat mereka berdua jelas berbeda.
Bahkan di dalam dunia kerja, seorang Introvert dapat bersikap tenang menghadapi segala tekanan dan permasalahan. Mungkin karena kebiasaan mereka yang menyendiri sehingga emosi mereka terlatih untuk tetap stabil.
Selalu berpikir sebelum berbicara adalah suatu naluri lahiriah bagi mereka. Introvert akan berhati-hati saat menjelaskan pendapatnya, karena mereka tak suka dengan pertikaian yang tak ada hasil. Oleh sebab itu mereka cenderung menjadi pendengar yang baik. Namun, di balik itu semua, seorang Introvert yang sedang mendengar sangat pandai dalam menggabungkan fakta-fakta dan prinsip serta pemikiran orang lain, kemudian dijadikannya sebuah klausa sebab-akibat yang baik, lalu dikemas rapih dan terbentuklah sebuah tesis, sebuah jawaban yang dapat menjadi pemecah masalah bagi sebuah perdebatan yang terjadi.
Bagi Introvert diam bukan berarti tak mengerti atau tak peduli, tetapi mereka menganalisa. Kedetilan mereka akan segala hal membuat Introvert menjadi pekerja yang baik.
Di dunia seni, Introvert adalah penguasa. Ahli psikologi sekelas Mihaly Csikszentmihalyi dan Gregory Feist mengatakan bahwa, orang-orang Introvert adalah orang dengan kreatifitas berkelas nomor satu. Faktor ini terjadi karena mereka dapat menyelam penuh ke dalam pemikirannya. Membaur bersama intuisi dan ketenangan yang bersinergi dengan sunyi. Itulah syaratnya agar dapat menciptakan sebuah Adikarya. Biasanya seorang Introvert gemar menulis. Karena dalam menulis mereka dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan pikiran ataupun membagikan pengalamannya kepada orang lain.
Ada sebuah fakta menarik dalam sebuah artikel di psychologytoday.com, yang menuliskan bahwa, orang yang Ekstrovert lebih mencari kebahagiaan dan kehidupan yang positif. Tetapi, bukan berarti Introvert mempunyai sifat yang berkebalikan, seorang Introvert tidak pernah mengategorikan dirinya sebagai sesuatu yang positif ataupun negatif, ia lebih cenderung menuju netral dalam kehidupannya. Seimbang, seperti Yin dan Yang.
Mereka sosok yang bersahaja. Sebagai contoh, Mahatma Gandhi , dia adalah Introvert, Ghandi bersikeras memperjuangkan perdamaian demi kebersamaan. Ia menetralkan semua bentuk perbedaan. Selain Mahatma Ghandi, ada pula tokoh dunia yang lainnya, yaitu Albert Einstein, Bill Gates, Michael Jordan, Julia Roberts, Nicole Kidman, dan J.K Rowling. Mereka mampu membuktikan bahwa, dunia pun membutuhkan mereka.
Jika kau senang dengan kartun dan tokoh pahlawannya, maka hampir dari semua pahlawan itu bersifat Introvert. Saat tak dibutuhkan mereka menjadi orang biasa, namun saat keadaan genting mereka berubah menjadi sosok yang luar biasa.
Dan ini adalah sepenggal kutipan dari Nicole Kidman, ia pernah berkata, “…… Sementara introvert adalah kelompok minoritas dalam masyarakat, mereka membentuk sebuah mayoritas bagi orang-orang yang berbakat.”
Introvert memang pendiam namun memiliki sosok yang luar biasa di dalam tubuhnya.
[satria gumilang]
Sumber: Wikipedia, Livescience, Psychologytoday, American Journal of Psychiatry.
sumber http://kesehatan.kompasiana.com/
sumber http://kesehatan.kompasiana.com/
Rabu, 04 September 2013
Negeri Para Bedebah
"Negeri para bedebah" oleh Adhie M Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor menjatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan !!
Kamis, 19 Juli 2012
Perseverance
Dikutip dari novel “5 cm.” karya Donny Dhirgantoro
Zafran menatap kenyala api dan berkata, “Our greatest glory is not in never falling… but in rising every time we fall.”
“Keren!”
“Siapa tuh, Ple?”
“Confuncius.”
“Gue setuju banget tuh.”
“Jadi kalo kita yakin sama sesuatu, kita Cuma harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan, jangan pernah menyerah dan taruh keyakinan itu di sini…” Zafran meletakkan telunjuk di depan keningnya.
“Betul… banget. Taruh mimpi itu disini…,” Genta melakukan hal yang sama.
“Juga keinginan dan cita-cita kamu,” ujar Arial.
“Semua keyakinan, keinginan, dan harapan kamu…,” Riani berkata pelan.
“Taruh di sini…,” Dinda ikut meletakkan telunjuk di depan keningnya.
Muka Ian tampak menyala, matanya mengkilat diterangi cahaya api unggun. “Betul! begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini.” Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya…
“Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening.
Biarkan…
Dia…
Menggantung…
Mengambang…
5 centimeter…
Di depan kening kamu…”
“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…”
“…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu… Cuma…”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…”
“Serta mulut yang akan selalu berdoa…”
“Dan kamu akan di kenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan Cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun… Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”
“Percaya pada… 5 centimeter di depan kening kamu.”
Zafran menatap kenyala api dan berkata, “Our greatest glory is not in never falling… but in rising every time we fall.”
“Keren!”
“Siapa tuh, Ple?”
“Confuncius.”
“Gue setuju banget tuh.”
“Jadi kalo kita yakin sama sesuatu, kita Cuma harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan, jangan pernah menyerah dan taruh keyakinan itu di sini…” Zafran meletakkan telunjuk di depan keningnya.
“Betul… banget. Taruh mimpi itu disini…,” Genta melakukan hal yang sama.
“Juga keinginan dan cita-cita kamu,” ujar Arial.
“Semua keyakinan, keinginan, dan harapan kamu…,” Riani berkata pelan.
“Taruh di sini…,” Dinda ikut meletakkan telunjuk di depan keningnya.
Muka Ian tampak menyala, matanya mengkilat diterangi cahaya api unggun. “Betul! begitu juga dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar taruh di sini.” Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya…
“Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening.
Biarkan…
Dia…
Menggantung…
Mengambang…
5 centimeter…
Di depan kening kamu…”
“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…”
“…Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu… Cuma…”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas.”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja…”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…”
“Serta mulut yang akan selalu berdoa…”
“Dan kamu akan di kenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan Cuma seonggok daging yang hanya punya nama. Kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. Tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun… Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya.”
“Percaya pada… 5 centimeter di depan kening kamu.”
Langganan:
Postingan (Atom)